Sejumlah kalangan pengamat ekonomi memandang kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia yang diundur hingga Juni mendatang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan investasi asing.
Presiden AS Barack Obama
Lawatan Presiden AS Barack Obama yang diundur pada bulan Juni mendatang diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah sebagai momentum peningkatan investasi dan perdagangan. Hal ini mendesak dilakukan, karena, sejak krisis 1998 perdagangan Indonesia-AS menurun. Hal ini dipicu banyaknya keluhan terkait biaya ekonomi tinggi dan kurangnya infrastruktur yang memadai. Pengunduran kunjungan Obama juga memberi waktu bagi pemerintah untuk membenahi kekurangan yang ada. Namun apakah pemerintah siap menghadapi peluang potensial itu?
Bincang-bincang DW bersama pengamat ekonomi Arianto Patunru.
Ayu Purwaningsih
Editor: Yuniman Farid